Posted by: sepri18 | January 18, 2007

jenis-jenis penyakit tidur

Jenis-jenis Penyakit Gangguan Tidur

Berikut adalah beberapa jenis penyakit gangguan tidur:

1. Insomnia

Insomnia adalah kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk hidup tertidur, atau gangguan tidur yang membuat penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun.

Ada Tiga macam insomnia :

a. Transient insomnia-kesulitan tidur hanya beberapa malam

b. Insomnia jangka pendek-dua atau empat minggu mengalami kesulitan tidur.

Kedua jenis insomnia ini biasanya menyerang orang yang sedang mengalami stress, berada di lingkungan yang ribut-ramai, berada di lingkungan yang mengalami perubahan temperature ekstrim, masalah dengan jadwal tidur-bangun seperti yang terjadi saat jetlag, efek samping pengobatan

c. Insomnia kronis-kesulitan tidur yang dialami hampir setiap malam selama sebulan lebih..

Salah satu penyebab chronic insomnia yang paling umum adalah depresi. Penyebab lainnya bias berupa arthritis, gangguan ginjal, gagal jantung, sleep, apnea, sindrom retless legs, parkison dan hyperthyroidism. Namun demikian, insomnia kronis bias juga disebabkan oleh factor perilaku, termasuk penyalahgunaan caffeine, alcohol, dan subtansi lain, siklus tidur/bangun yang disebabkan oleh kerja lembur dan kegiatan malam hari lainnya dan stress kronis.

Jika diambil garis besar, factor factor penyebab insomnia yaitu :

- Stres atau kecemasan. Seseorang yang mederita kegelisahan yang dalam, biasanya karena memikirkan permasalahn yang sedang dihadapi.

- Depresi selain menyebabkan insomnia, depresi juga bias menimbulkan keinginan untul tidur terus sepanjang waktu karena ingin melepaskan diri dari masalah yang dihadapi. Depresi bias menyebabkan insomnia, dan sebaliknya insomnia bias menyebabkan depresi.

- Kelainan-kelainan kronis. Diabetes, sakit ginjal, arthritis, atau penyakit yang mendadak seringkali menyebabkan kesulitan tidur.

- Efek samping pengobatan.

- Pola makanan yang buruk,. Mengkonsumsi makanan berat sesaat sebelum tidur bias menyulitkan seseorang jatuh tidur.

- Kafein, nikotin, dan alcohol. Kafein dan nikotin adalah zat simultan. Alkohol dapat mengacaukan pola tidur seseorang.

- Kurang berolahraga, juga bisa menjadi fator sulit tidur yang signifikan.

Penyebab lainnya bisa berkaitan dengan kondisi-kondisi spesifik, seperti:

- Usia lanjut.

- Wanita hamil.

- Riwayat depresi/penurunan.

Pasien insomnia umumnya dimulai dengan gejala gejala berikut:

- Kesulitan jatuh tertidur atau tidak tercapainya tidur nyenyak. Keadaan ini bisa berlansung sepanjang malam dan dalam tempo berhari-hari, berminggu-minggu atau lebih.

- Merasa lelah saat bangun tidur dan tidak merasakan kesegaran ,

- seseorang yang mengalami insomnia sering kali merasa tidak pernah tetidur sama sekali.

- Sakit kepala dipagi hari

- Kesulitan berkonsentrasi

- Mudah marah

- Mengantuk disiang hari

1. Parasomnia

Parasomnia adalah suatu kelainan yang disebabkan kejadia perilaku atau psikologis abnormal yang muncul di kala tidur, tahapan tertentu, atau transisi fase tidur-terjaga. Parasomnia lebih umum terjadi pada anak-anak dan tidak selalu menandakan adanya masalah psikologis atau psikiatris yang signifikan.

Jenis-jenis parasomnia :

- Dorongan membingungkan

- Tidur jalan

- Makan sambil tidur

- Terror tidur

- Gangguan soal tidur

- Gigi gemetrik

- Kelainan gerak ritmis

- Tidur bicara

Ada beberapa factor yang bisa mempermudah kemunculan parasomnia

- Kurang tidur

- Pengobatan, penggunaan obat-obatan tertentu bisa menyebabkan parasomnia, antara lain: lithium, proxilin, dan desipromin

- Demam atau sakit

- Suasana asing

- Penyimpangan tidur lain.

2. Tidur Apnea

Tidur apnea adalah suatu kondisi dimana terjadinya penghetian napas disaat tidur. Tidur apnea sangat umum terjadi, layaknya diabetes yang lazim menimpa orang dewasa. Tidur apnea bisa muncul pada segala kelompok usia dan jenis kelamin, namun lebih umum menimpa kaum pria.

Diantara yang paling beresiko adalah :

- Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau kegemukan.

- Orang yang berusia lanjut.

- Orang yang terbiasa mendengkur keras.

- Orang yang saluran napas memiliki ukuran tidak normal.

- Orang yang mengidap darah tinggi.

Gejala-gejala tidur apnea adalah:

- Sering ketiduran disiang hari.

- Sering mengdengkur dimalam hari.

- Terasa menurunnya gairah seksual, bahkan impotensi.

- Rahang yang kecil.

- Kegemukan.

- Merasa tidak nyaman dipagi hari meski jumlah tidur sudah mencukupi.

- Sering terbangunnya dimalam hari tanpa alesan yang jelas.

- Kegagalan jantung.

- Kelelahan disiang hari.

3. Narkolepsi

Kelainan tidur ini secara umum ditandai munculnya keinginan tidur di sinag hari secara tak terkendali. Penderita sering kali jatuh tertidur di sembarang waktu dan tempat, juga terjadi berulang kali dalam sehari. Narkolepsi adalah kelainan neourologis (yang menyerang otak dan syaraf) kronis yang melibatkan system saraf pusat tubuh.

Gejala-gejala narkolepsi antara lain :

- Sering merasa mengantuk berlebihan dan tak tertahankan di siang hari, walaupun selebihnya sudah memperoleh tidur malam yang cukup.

- Jatuh tertidur disaat tidak tepat atau diinginkan, seperti saat mau makan, berbicara, mengemudi atau bekerja.

- Tiba-tiba pingsan atau otot leher terasa lemah untuk membuat kepala tegak saat tertawa, marah, terkejut, atau shock.

- Tiba tiba tidak mampu berbicara atau bergerak ketika sedang tertidur.

- Katalepsi, yaitu mengalami serangan tiba-tiba, hilangnya kelenturan otot temporal pada tubuh.

4. Paralisis tidur

Paralisis tidur adalah fungsi alamiah tubuh yang menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan dikala tidur.

Gejala-gejala paralisis tidur antara lain :

- Keluhan tidak bisa menggerakan anggota tubuh dikala pulas atau terjaga, namun masih bisa bernapas dan menggerakan mata, berakhir dalam hitungan detik atau menit dan tiba-tiba lenyap dalam perasaan mencekam.

- Muncul dalam bentuk episode kelumpuhan sebagian atau seluruh otot rangka.

- Halusinasi.

- Merasa ada tekanan, seperti ada orang yang menduduki atau menarik kebawah, merasa adanya peristiwa terror terkadang bisa terjadi.

- Terkadang timbulnya sensai Out of Your(OBE), mengambang atau terbang di udara, merasa keluar dari tubuh.

- Merasa sedang dicekik atau ditekan.

- Merasa ada seseorang yang mnarik kebawah atau menduduki.

- Merasa mendengar suara-suara halus.

- Merasa melihat bayangan di sekelilingi tempat tidur, dibarengi perasaan merinding.

- Merasa tubuh terguncang, bergetar ditelinga.

- Merasa seperti sedang bermimpi, namun seolah sedang benar-benar terjadi.

Penyebab paralisis tidur antara lain:

- Keadaan ilmiah.

- Posisi tidur.

- Pubertas.

- Kelainan bopilar.

- Pola tidur tak teratur.

About these ads

Responses

  1. terima kasih ini yang saya cari


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: